Tips Memulai Usaha di Kala Pandemi

Memulai usaha

Pandemi covid19 belum juga berakhir, sejak 2020 akhir hingga kini masih belum ada tanda-tanda bakal lenyap di muka bumi. Bahkan muncul varian baru yang semakin membuat orang bertambah waspada.

Padahal semua orang tetap butuh makan dan berusaha. Mancari dan melamar lowongan pekerjaan bukan hanya lebih sulit, tetapi banyak perusahaan yang mengurangi penerimaan berkaitan dengan pemasukan yang tentunya berkurang.

Justru yang terjadi, pabrik yang melakukan pengurangan jumlah karyawan dan buruhnya. Otomatis mencari kerja menjadi pilihan yang semakin susah.

Pilihan kini jatuh ke kita, kreativitas perlu diasah terus menerus. Skill perlu kita tingkatkan, sembari menambah portofolio agar semakin kompeten dan dilirik oleh perusahaan pencari kerja.

Awal Mula Memulai Usaha

Kini, daripada sambil membidik tempat kerja favorit, tidak ada salahnya kita membuaka usaha sendiri. Tentu dengan keseriusan yang optimal, kita pun bisa menikmati hidup dan menjalankan usaha sampai sukses.

Membuka usaha bukan suatu hal sulit, yang penting kita langsung memulai dulu. Kekurangan ilmu bisa kita lakukan sambil jalan. Karena tidak ada satupun dunia ini yang sempurna.

Memulai usaha

Dengan segera membuka usaha secepat mungkin, kita sembari belajar apa kesalahan dan kekurangan ketika bisnis sudah jalan.

Pengalaman penulis sendiri, merasa tidak sempurna ketika membuka usaha, justru mesti kita pupuk. Karena selalu ada upaya untuk memperbaiki, sehingga usaha yang kita jalankan akan berproses semakin sukses.

Kalau kita menunggu pinter dulu, kapan lagi kita memulai? Pasti gak akan mulai-mulai. Terus belajar, trial dan error. Belajar tidak hanya sebelum memulai usaha, pas sudah memulai justeru belajar itu lebih real dan menantang.

Ketika Usaha Sudah Dimulai

Perjalanan kini baru kini dimulai, ini adalah dunia nyata, bukan angan-angan lagi, seperti sebelum memulai usaha.

Semua mesti kita kerjakan sendirian, dari riset pasar, riset produk, produksi atau kulakan, lalu pemasaran, hingga membuat laporan dan analisa usaha.

Rugi di awal, menjadi bahan kita untuk evaluasi, bakar uang tidak masalah asal kita mendapatkan data yang bisa kita jadikan acuan untuk lebih baik lagi. Semakin banyak yang kita lakukan, semakin banyak kit belajar untuk lebih baik lagi.

Selalu cek setiap sisi bisnis, awalnya mungkin produksi, operasional dan marketing kita lakukan sendirian. Ketika profit sudah mulai tumbuh, salah satu bagian bisa kita pisahkan dengan merekrut tim untuk kita delegasikan.

Misalnya kita fokus marketing, maka kita bisa delegasikan urusan produk dan operasional ke tim. Sehingga kita bisa mencoba channel marketing yang baru.

Begitu juga ketika kita fokus ke pengembangan produk, Anda bisa delegasikan marketing dan operasional ke tim. Sehingga kamu bisa fokus untuk improve produk secara terus-menerus, berdasarkan feedback dari pelanggan Anda.

Di fase ini, jika tim sudah mulai tumbuh, urusan sistem seperti software payroll dan lainnya, bisa kita lakukan secara manual dulu. Tetapi semakin besar, tentu kita mesti lebih serius untuk menggunakan bantuan teknologi agar usaha bisa terus berkembang.

Baca juga: solusi gagal nge-print di komputer windows

Saatnya Scale Up

Tahap ini, Anda sudah matang secara usaha. Tugas anda sudah masalah strategis, memikir gambaran besar lagi bukan hal teknis lagi. Anda harus berpikir sebagai investor sekaligus manager, dan juga owner.

Perbanyak membaca pengalaman hidup CEO lain, bergerak hati-hati, dan meminimalisir kesalahan ketika melangkah.

Saatnya membuat tim audit, tim feedback dan tim evaluasi. Improve terus usaha Anda untuk meminimalisir risiko kerugian, dan mengoptimalkan profit.

Code